Kamis, 02 Februari 2012

BROMO – NEVER ENDING ‘MBOLANG’


Hadiah sepulang dari Malaysia nih. Bersama B, Aliya, dan Irwan ‘Paijo’, naik motor menuju Bromo lewat Poncokusumo. Melalui medan yang boleh dibilang tidak bersahabat untuk wisatawan. Jalan yang tidak mulus, becek, dan sangat sepi, tapi view yang disajikan tempat ini sungguh SUBHANALLAH. Dan lagi-lagi mulut kami komat-kamit menggumamkan kekaguman kami. Kami memang tidak pernah jenuh mengagumi keindahan alam yang ada di sekeliling kami.
Setelah melewati padang rumput yang luas, kami dihadapkan pada lautan pasir yang juga gak kalah luas. Untung saja saat itu musim hujan, jadi pasir-pasir ini cukup bersahabat untuk dilalui sepeda motor. Kami berhenti sejenak untuk bernarsis-narsis ria dengan latar belakang gunung Batok.
Sampailah kami di kaki Gunung Bromo. Dengan mendaki puluhan anak tangga, kami menuju kawah Bromo. Dan berjumpalah kami dengan pelajar Thailand yang sedang mencari ilmu di Gontor Putra. Setelah jeprat-jepret di sana-sini kami turun. Tujuan selanjutnya adalah Pura. Karena sepi dan pintu tertutup rapat, kami hanya sempat berfoto di bagian luar Pura.

Sabtu, 28 Januari 2012

JATIM PARK 1 DAN 2


Ini dalam rangka nemeni B kerja. Gak ada tujuan wisata, dan gak ada yang spesial. Hanya saja, 4 tahun lalu aku belum diijinkan naik tornado karena tinggi badanku kurang dari 150 cm. Dan kebetulan, B dulu pernah kerja di sini, dan ketemu ma temennya yang jaga di Tornado, dan hasilnyaaaaa… aku diijinin naik tornado gratis.

Sabtu, 03 September 2011

COBAN RONDO


Kalau coba yang satu ini udah jadi tempat wisata yang ramai dikunjungi orang. Dan katanya gak afdol berwisata ke Batu kalau belum ke Coban Rondo. Sama seperti coban-coban yang lain yang sudah jadi tempat wisata, ada air terjun (ya elah, namanya juga coban), penjual makanan dan cenderamata, dan ada wisatawannya (rame banget kalo di sini). Bareng ma calon ipar dan saudara-saudaranya sehabis lebaran dan sebelum keberangkatanku ke Malaysia, kami berkunjung ke Coban Rondo sejenak. Kalau yang ini namanya bukan ‘mbolang’ tapi berwisata. Sepanjang jalan yang kami lalui juga tak kalah indah dengan tempat-tempat ‘mbolang’ lainnya. Hijau sepanjang jalan. Membuat damai, tenang, dan nyaman.

Sabtu, 30 Juli 2011

WAY KAMBAS, LAMPUNG


Magang kan gak cuma kerja doank. Ada moment jalan-jalannya donk. Sedikit jauh dan berbahaya memang. Tapi belum ke Lampung namanya kalau belum ke WAY KAMBAS. Perjalanan yang harus kami tempuh sekitar 4 jam dari Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Tidak seperti yang kami bayangkan, ternyata Taman Nasional ini tidak begitu terawat dengan baik. Tapi cukup membuat keingintahuan kami akan Taman Nasional ini terpenuhi. 

Senin, 18 Juli 2011

MAGANG DI GREAT GIANT PINEAPPLE CORPORATE, TERBANGGI BESAR, LAMPUNG TENGAH


Wooooooowww… benar-benar pengalaman baru hidup di kebun nanas. Ketika setiap pagi harus mencari tebengan untuk menuju LAKOP (PG/Plant Group I) dan naik truk ataupun JohnDeer, betapa suatu hal yang baru. Setiap hari adalah hal baru. Pengolahan tanah, penanaman nanas, panen nanas, makan nanas di lahan, dan puasa-puasa di jemur di tengah kebun nanas.
Hmmm, banyak yang bisa diceritakan, tapi rasanya tanganku sulit untuk menuangkannya dalam tulisan ini… hehehe,,,,,

Minggu, 24 April 2011

PANTAI KONDANG MERAK, MALANG SELATAN


Working Camping IAAS LC UB di Pantai Kondang Merak, Malang. Acara dipenuhi dengan game-game seru. Apalagi pantai ini masih belum banyak dijamah orang. Ada sekitar 20 warga yang menghuni pantai ini. Ada 1 tempat yang menjadi favoritku “Private Island”. Hanya orang-orang tertentu yang bisa mengakses tempat ini, karena memang tempatnya yang tersembunyi dan hanya bisa dikunjungi pada waktu-waktu tertentu.
Hari terakhir di Kondang Merak, B nyusul dengan mengendarai motor. Lagi-lagi ini unforgettable moment in my life. Setelah singgah sebentar di rumah Mbah yang kebetulan dekat dari pantai, kami lanjutkan perjalanan ke Malang.

Minggu, 20 Februari 2011

AIR TERJUN JUMOG DAN CANDI SUKUH, KARANGANYAR, JAWA TENGAH


Bersama kawan-kawan A5, naik motor kami menuju Jumog. Air terjunnya tidak begitu besar, banyak batu-batunya. Tapi keindahan tempat ini cukup membayar kepenatan kami bersepeda motor menuju tempat ini. Sepanjang jalan dari tempat parkiran menuju air terjunnya ada sungai yang berkelok-kelok indah dengan batu-batu besar di beberapa spot. Untuk menuju ke air terjun ini, kita juga harus melewati beberapa anak tangga yang cukup banyak, tapi gak sebanyak di Grojogan Sewu, Tawangmangu.
Sangat mengesankan, karena Indonesiaku tidak pernah membosankan.
Selepas mandi di air terjun, kunjungan selanjutnya adalah candi Sukuh yang letaknya lebih tinggi dari air terjun Jumog. Candi ini merupakan candi Hindu yang konon dulunya adalah tempat beristirahatnya para punggawa Kerajaan Majapahit ketika melakukan ekspedisi. Di candi ini banyak sekali terdapat arca-arca vulgar yang menggambarkan wanita dan pria. Konon katanya banyak pencari pesugihan yang mengharuskan pelakunya untuk melakukan hubungan badan dengan lawan jenis yang bukan ‘muhrimnya”.